Jumat, 12 Mei 2017

CHAPTER 10 (E-Commerce: Pasar Digital, Barang Digital)


E- commerce adalah transaksi bisnis dengan menggunakan internet dan web. E-commerce saat ini berkembang dengan sangat pesat, contohnya seperti melakukan streaming sebuah film Netflix di televise, membeli buku di amazon dan lain – lain. Perkembangan e-commerce dimulai sejak tahun 1995 oleh Netscape. Berikut adalah hal – hal yang membuat e-commerce itu berbeda, diantaranya :
a.       Ada di manapum
E-commerce membuat transaksi bisnis menjadi lebih mudah karena ada dimana – mana dan tersedia setiap waktu.
b.      Jangkauan Global
Global artinya mendunia. Sehingga jangkauan pasar lebih luas dengan lintas budaya dan bangsa serta dapat mengurangi biaya – biaya yang dikeluarkan seperti di pasar tradisional.
c.       Standar Universal
Banyak keuntungan yang dimiliki diantaranya dapat menurunkan biaya masuk pasar dan biaya pencarian.
d.      Manfaat yang kaya
Disini penjual dapat menerapkan diskriminasi harga kepada konsumen yang berbeda dengan harga yang berbeda. Sehingga lebih menguntungkan.
e.       Interaktivitas
Ada komunikasi yang interaktif diantara penjual dan konsumen.
f.       Kepadatan Informasi
Informasi tentang barang dan harga tersedia lebih lengkap dan transparan.
g.      Personalisasi/Kustomisasi
Disini penjual bisa menyampaikan pesan pemasarannya kepada konsumen secara lebih spesifik dengan menyesuaikan minat mereka masing – masing.
h.      Teknologi Sosial
Jaman sekarang ini, banyak media social yang juga bisa dijadikan e-commerce. Jadi bisa membagi – bagikan kepada teman – temannya di seluruh dunia.

KONSEP UTAMA PADA E-COMMERCE :
Konsep utama dari e-commerce adalah pasar digital dan barang digital di dalam pasar global. Pasar digital mengakibatkan semua orang di dunia dapat bertukar informasi dalam jumlah yang besar secara langsung dan gratis. Sehingga pasar digital dapat memperluas penjualan barang digital. Barang digital adalah barang yang bisa dikirim melalui jaringan digital seperti music, video, film, majalah, surat kabar dan lain – lain.
Barang Digital adalah barang yang bisa dikirimkan melalui jaringan digital. Pada umumnya, untuk barang digital, biaya marginal untuk memproduksi unit lain atau menghasilkan satu unit tambahan nyaris tidak ada, akan tetapi untuk menghasilkan unit asli yang pertama biayanya relatif tinggi.

E-COMMERCE : BISNIS DAN TEKNOLOGI
Jenis-jenis E-Commerce
Ada banyak cara untuk mengklasifikasikan transaksi e-commerce. Berikut  tiga kategori utama dari e-commerce adalah
v  E-commerce bisnis ke konsumen (B2C) : melibatkan penjualan produk dan layanan secara eceran (ritel) kepada pembeli perorangan.
Contoh: BarnesandNoble.com –menjual buku,perangkat lunak, dan music kepada konsumen perorangan.
v  E-commerce bisnis ke bisnis (B2B) : melibatkan penjualan produk dan layanan antar bisnis
Contoh : Situs web ChemConnect –untuk membeli dan menjual bahan kimia dan plastik.
v  E-commerce konsumen ke konsumen (C2C) : melibatkan konsumen menjual secara langsung ke konsumen.
Contoh : eBay, situs lelang raksasa –memungkinkan orang untuk menjual barangnya ke konsumen lain dengan cara melelang barang dagang tersebut kepada penawar tertinggi.
Model E-commerce Bisnis
v  Portal
Portal seperti Google, Bing, Yahoo, MSN dan AOL menawarkan Web yang kuat. Perangkat pencarian serta paket terpadu dari konten dan layanan, seperti berita, e-mail, instant messaging, peta, kalender,unduhan belanja, musik, video streaming, semua itu di dalam satu tempat.
v  E-tailer
Toko online ritel , sering disebut juga e-tailers, hadir dalam semua ukuran. E-tailer mirip dengan khas toko batu bata dan mortir biasa, kecuali  pelanggan hanya perlu terhubung ke internet untuk memeriksa persediaan mereka dan melakukan pemesanan.
v  Content Provider
“Konten” arti luasnya yaitu mencakup semua bentuk dari kekayaan intelektual. Kekayaan intelektual mengacu pada semua bentuk ekspresi manusia yang dapat dimasukkan ke dalam media yang berwujud seperti teks, CD, DVD atau disimpan pada media digital (atau lainnya), termasuk Web. Penyedia konten mendistribusikan informasi seperti video digital, musik, foto,teks dan karya seni melalui Web.
v  Broker Transaksi
Merupakan situs yang memproses transaksi untuk konsumen biasanya ditangani secara langsung atau pribadi, oleh telepon atau surat. Industri terbesar yang menggunakan model ini adalah layanan keuangan dan jasa perjalanan. Broker transaksi online ini proposisi nilai utamanya adalah dalam penghematan uang dan waktu, serta menyediakan persediaan produk keuangan dan paket wisata yang luar biasa.
v  Pencipta Pasar
Pencipta pasar membangun lingkungan digital sebagai tempat pembeli dan penjual saling bertemu, menampilkan produk,mencari produk dan membangun harga.
v  Penyedia Layanan
Sementara e-tailers menjual produk secara online, penyedia layanan menawarkan layanan online. Google telah memimpin jalan dalam mengembangkan aplikasi layanan software online seperti Google Apps, Gmail, dan layanan penyimpanan data online.
v  Community Provider
Merupakan situs yang menciptakan lingkungan digital online dimana orang-orang memiliki minat yang sama dapat bertransaksi (membeli dan menjual barang); bagikan kepentingan,foto,video;berkomunikasi dengan orang yang berpikiran sama; menerima informasi terkait kepentingan; dan bahkan bermain fantasi dengan mengadopsi secara kepribadian yang disebut avatar.
E-COMMERCE MODEL PENDAPATAN
Model pendapatan sebuah perusahaan menggambarkan bagaimana perusahaan akan menghasilkan pendapatan, keuntungan dan pengembalian superior atas investasi. Meskipun ada banyak model pendapatan e-commerce berbeda yang dikembangkan, sebagian besar perusahaan bergantung pada satu atau beberapa kombinasi dari enam model yaitu
·      Model Pendapatan Iklan (Advertising Revenue Model)
Merupakan sebuah situs web yang menghasilkan pendapatan dengan cara menarik masa atau pengunjung dalam jumlah yang besar yang kemudian bisa diberikan penawaran. Model ini sering digunakan dalam e-commerce.
·      Model Pendapatan Penjualan (Sales Revenue Model)
Perusahaan memperoleh pendapatan dengan menjual barang-barang , informasi, atapun jasa pada konsumen. Adapun contohnya seperti Amazon (yang menjual buku, music dan produk-produk lainnya),LLBean.com dan Gap.com semuanya memiliki model pendapatan penjualan.
·      Model Pendapatan Pelanggan (Subscription Revenue Model)
Merupakan sebuah situs web yang menawarkan konten atau tariff layanan pelanggan untuk mengakses beberapa atau semua penawaran yang sedang berlangsung. Model ini sering kali digunakan oleh si penyedia konten.
·      Model Pendapatan Free/Freemium ( free/freemium revenue model)
Perusahaan menawarkan layanan dasar dan konten secara Cuma-Cuma, sambil memasang tariff premium untuk fitur yang lebih maju atau khusus. Contohnya Google menawarkan aplikasi gratis, tetapi memasang tariff untuklayanan premium.
·      Model Pendapatan Biaya Transaksi (Transaction Fee Revenue Model)
Sebuah perusahaan mendapatkan pembayaran untuk menyediakan atau melakukan sebuah transaksi. Contohnya eBay menyediakan tempat lelang onliner dan menerima pembayaran dalam nominal yang kecil dari penjual akan transaksi yang tejadi jika penjual berhasil menjual barangnya.
·      Model Pendapatan Afiliasi
Situs web pada model ini disebut “ situs web afiliasi ” yang mengirim pengunjung ke situs lain sebagai imbalan dari sebuah biaya rekomendasi atau persentase penerimaan atas penjualan yang terjadi. Contohnya Amazon menggunakan afiliasi yang mengawasi bisnis di situs Amazon dengan meletakkan logo Amazon pada blog mereka. Blog personal berisis iklan sebagai bagian dari program afiliasi. Blogger akan dibayar secara langsung oleh penjual barang atau menerima produk gratis, sebagai imbalan mempromosikan produk dan menyediakan tautan untuk jaringan penjualan.
WEB 2.0 : JARINGAN SOSIAL DAN WISDOM OF CROWDS
Salah satu e-commerce dengan pertumbuhan pendapatan tinggi adalah layanan online Web 2.0 yaitu jejaring sosial. Situs ini menghubungkan orang – orang melalui bisnis dengan menjual iklan banner, informasi preferensi pengguna, dan musik, video dan e-book. Situs belanja sosial bisa saling tukar ide belanja dengan teman seperti Kaboodle, ThisNext.
-  The Wisdom of Crowds / crowdsourcing
Sejumlah besar orang dapat membuat keputusan yang lebih baik mengenai topik dan produk daripada satu orang. Perusahaan dapat menggunakan Wisdom of Crowds dalam bentuk Prediksi pasar yang bersifat peer-to-peer dimana partisipan membuat taruhan dengan rekan sejawat untuk hasil tertentu (pemilihan, angka penjualan, desain untuk produk baru).
PEMASARAN E-COMMERCE
Internet memberi pemasar cara baru untuk mengidentifikasi dan berkomunikasi dengan pelanggan. Internet memungkinkan Long tail marketing, yaitu kemampuan untuk menjangkau khalayak yang besar dengan harga murah. Banyak e-commerce menggunakan teknik penargetan perilaku, yaitu melacak perilaku online individu pada ribuan situs Web. Situs Web e-commerce memiliki alat untuk melacak setiap langkah pembelanja melalui toko online. Perusahaan dapat membuat halaman Web unik yang menampilkan konten atau iklan untuk produk atau layanan yang diminati khusus bagi pengguna individual, meningkatkan pengalaman pelanggan dan menciptakan nilai tambah. Jaringan periklanan telah menjadi kontroversial di kalangan pendukung privasi karena kemampuan mereka untuk melacak konsumen individual di Internet.
E-COMMERCE B2B : EFISIENSI DAN HUBUNGAN BARU
E-commerce B2B mengacu pada transaksi komersial yang terjadi pada perusahaan. E-commerce B2B online masih menggunakan sistem kepemilikian untuk pertukaran data elektronik (electronic data interchange - EDI) yang memungkinkan pertukaran komputer ke komputer di antara dua organisasi terkait transaksi standar seperti faktur, data muatan kapal, jadwal pengiriman, dan pesanan pembelian.


gb. Pertukaran data elektronik (EDI)

Ada beberapa perbedaan net marketplace dan cara mengklasifikasikannya. Ada yang menjual direct goods (untuk proses produksi) dan ada yang menujal indirect goods (tidak secara langsung untuk proses produksi). Beberapa net marketplace membantu pembelian secara kontrak berdasarkan jangka waktu hubungan dengan pemasok tersebut. Ada yang melayani pasar vertikal untuk industri tertentu dan ada yang melayani pasar horizontal.
Exchanges adalah pemilik mandiri third-party Net marketplaces yang menghubungkan ribuan pemasok dan pembeli untuk lokasi pembelian.

THE MOBILE DIGITAL PLATFORM AND MOBILE E-COMMERCE
Sekarang banyak orang yang menggunakan internet dimanapun dia berada. Internet tesebut berada pada ponsel mereka dalam berbagai merk. Intenet dapat digunaan untuk apapun. Jadi m-commerce telah mengambil alih.
M-COMMERCE SERVICES AND APPLICATIONS
Berikut ini contoh yang menggambarkan m-commerce :
1.      Layanan penentuan lokasi.
2.      Layanan perbankan dan keuangan
3.      Periklanan dan Ritel Nirkabel
4.      Permainn dan hiburan
BUILDING AN E-COMMERCE WEB SITE
Membagun e-commerce yang sukses membutuhkan pemahaman tentang bisnis, teknologi dan isu sosial. Tantangan manajemen yang penting untuk membangun e-commerce yang sukses adalah (1) mengembangkan pemahaman tentang tujuan bisnis anda (2) mengetahui bagaiman memilih teknologi yang benar untuk mencapai tujuan tersebut.
HANDS-ON MIS PROJECTS
Proyek di bagian ini memberi anda pengalaman mengembangkan strategi e-commerce untuk bisnis, menggunakan perangkat lunak spreadsheet untuk meneliti profitabilitas perusahaan e-commerce, dan menggunakan alat Web untuk meneliti dan mengevaluasi layanan hosting e-commerce.
1.      Masalah Keputusan Manajemen
2.  Meningkatkan Pengambilan Keputusan (Menggunakan Perangkat Lunak Spreadsheet untuk Menganalisis Bisnis)
3.      Mencapai Keunggulan Operasional (Mengevaluasi Layanan Hosting E-Commerce)


Sumber : Buku Management Information Systems: Managing the Digital Firm. Kenneth C. Laudon & Laudon Jane tahun 2012 edisi 12.

Minggu, 04 Desember 2016

Siklus Akuntansi Secara Manual Dan Siklus Akuntansi Secara Komputerisasi


A.  Siklus Akuntansi Secara Manual

Cara manual adalah cara dimana dalam melakukan pencatatan transaksi keuangan ini dilakukan oleh tangan manusia. Dengan ini diperlukan adanya pemisahan tugas baik bagian penjurnalan, buku besar maupun yang lainnya, serta kecermatan dan ketepatan waktu dalam mencatat data keuangan dan penyajian laporan keuangan untuk memperkecil kemungkinan terjadinya kesalahan. Melihat diagram di atas proses manual adalah :
1.     Mengumpulkan bukti transaksi. Bukti transaksi ini nantinya akan menjadi data utama untuk diproses menjadi laporan keuangan. Bukti transaksi ini bisa atas transaksi pengeluaran kas, penerimaan kas, penjualan, pembelian dll. Contohnya :

2.  Penjurnalan. Tahap ini adalah memisahkan transaksi menurut sifatnya, apakah termasuk transaksi penjualan, pembelian, biaya operasional, pembelian harta tetap, dan sebagainya. Kemudian mengklasifikasikan transaksi tersebut ke dalam sebuah catatan berdasarkan urutan kronolgis atau yang sering disebut dengan Jurnal. Jurnal dibagi menjadi dua yaitu Jurnal Umum dan Jurnal Khusus (Kas Masuk, Kas Keluar, Penjualan dan Pembelian). Contoh :
a.       Jurnal Umum

b.      Jurna Khusus

3.      Posting Buku Besar. Setelah penjurnalan tahap selanjutnya adalah memposting ke buku besar, yaitu proses perpindahan informasi akuntansi dari jurnal ke buku besar masing-masing sesuai dengan akun ( aktiva, hutang, modal, pendapatan, biaya, dll. ). Contoh :

4.   Neraca Saldo. Tahap ini berguna untuk menguji keseimbangan debit dan kredit dalam buku besar dan menjadi dasar dalam pembuatan laporan keuangan. Contoh :

5.   Jurnal Penyesuaian. Jurnal ini dibuat untuk menyesuaikan saldo-saldo akun agar menunjukkan keadaan sebenarnya sebelum penyusunan laporan keuangan. Contoh :

6.      Neraca Saldo Setelah Penyesuaian. Setelah membuat jurnal penyesuaian, langkah selanjutnya adalah membuat neraca saldo setelah penyesuaian dengan memasukkan angka yang sebelumnya diperhitungkan dari angka yang ada di neraca saldo sebelumnya dengan angka yang ada di jurnal penyesuaian. Contoh :

7.  Penyusunan Laporan Keuangan. Setelah semua data melewati proses diatas selanjutnya adalah menyusun laporan keuangan. Laporan keuangan biasanya terdiri dari :
a.       Laporan Laba Rugi (Income Statement)

b.      Neraca (Balance Sheet)

8.      Jurnal Penutup. Jurnal ini adalah ayat jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi untuk menutup rekening-rekening nominal/sementara, sehingga pada awal periode akuntansi selanjutnya saldonya nol. Contoh :

9.  Neraca Saldo Setelah Penutupan. Ini adalah tahap terakhir dalam siklus akuntansi yang bertujuan untuk memastikan bahwa buku besar telah seimbang sebelum memulai pencatatan data akuntansi pada periode berikutnya. Contoh :


B.  Siklus Akuntansi Secara Komputerisasi
Berbeda dengan cara manual, cara ini sudah lebih canggih karena proses akuntansi  sudah menggunakan komputer. Kecermatan dan ketepatan waktu pencatatan dan penyajian informasi keuangan dengan cara ini sudah terjamin oleh komputer. Hasil dari komputerisasi pun dapat ditampilkan secara visual screen maunpun print-out.

Data untuk komputerisasi ini tidak jauh berbeda dengan cara manual, dari gambar diatas proses pertama adalah mendapatkan data dari kegiatan operasional perusahaan. Kemudian data tersebut dimasukkan ke komputer yang kemudian disimpan dan akan diproses secara otomatis oleh komputer sehingga menghasilkan Neraca, Laba Rugi, dll. Beberapa aplikasi yang dapat digunakan untuk komputerisasi adalah MYOB, AccPac, DacEasy Accounting dan Zahir Accounting. Salah satu contoh tampilan aplikasi komputer akuntansi :

Dengan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa pemrosesan akuntansi yang lebih mudah adalah dengan cara komputerisasi. Selain mudah, dengan cara ini juga lebih efisien dan menghasilkan hasil yang lebih akurat.
Sumber gambar : Google images

Sumber lain       : http://www.bimbie.com/aplikasi-akutansi.htm

Perbedaan Financial Statement dan Financial Reporting


Financial Statement atau Laporan Keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Data dari Financial Statement ini bersifat kuantitatif dengan ditambahkan catatan-catatan yang bersifat kualitatif sebagai pendukung yang sesuai dengan regulasi yang dianut oleh suatu negara tersebut. Ada 5 jenis Laporan Keuangan yang diakui oleh IAI maupun FASB, yaitu :
1.    Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
2.    Laporan Laba Rugi
3.    Laporan perubahan ekuitas
4.    Laporan arus kas
5.    Catatan atas laporan keuangan
Sebagai contoh yaitu Laporan Keuangan dari PT. Blue Bird Tbk.
1.      Laporan Posisi Keuangan



2.      Laporan Laba Rugi

3.      Laporan Perubahan Ekuitas

4.      Laporan Arus Kas

5.      Catatan Atas Laporan Keuangan

Sedangkan Financial Reporting atau Pelaporan Keuangan adalah proses penyampaian dari Laporan Keuangan Standar yang dapat digunakan untuk mengkomunikasikan isi Laporan Keuangan dari perusahaan baik kepada para pihak yang berkepentingan maupun publik. Data yang dihasilkan Financial Reporting ini cenderung kualitatif dengan dibubuhi angka kuantitatif untuk menunjuang data kualitatifnya. Di dalam Financial Reporting ini mencakup Financial Statement. Lanjutan contoh di atas, berikut adalah Financial Reportingnya PT. Blue Bird Tbk :
1.      Ikhtisar Kinerja, salah satu bagian ini adalah ikhtisar keuangan.

2.      Laporan Kepada Pemegang Saham, salah satunya adalah laporan dewan komisaris.

3.      Profil Perseroan

4.      Sumber Daya Manusia

5.      Teknologi Informasi

6.      Pembahasan dan Analisis Manajemen

7.      Tata Kelola Perusahaan

8.      Tanggung Jawab Sosial Perusahaan